SH Terate Sumenep Pusat Madiun Hadiri Gathering Akbar IKS PI Kera Sakti, Tunjukkan Keakraban dan Kebersamaan

SH Terate Sumenep Pusat Madiun menghadiri Gathering Akbar IKS PI Kera Sakti se-Madura. Simak momen kebersamaan dan pesan persaudaraan antarperguruan.

Nov 7, 2026 - 19:06
Nov 7, 2026 - 19:07
 0
SH Terate Sumenep Pusat Madiun Hadiri Gathering Akbar IKS PI Kera Sakti, Tunjukkan Keakraban dan Kebersamaan
JAGA PERSAUDARAAN: Ketua SH Terate Cabang Sumenep Kang Mas Abd Razak bersama Ketua Umum IKS PI Kera Sakti K.P. Drs. H. Bambang Sunarja, M.A., dalam Gathering Akbar IKS PI Kera Sakti se-Madura Raya di Graha Wiyata MAN Sumenep, Sabtu (7/11/2026).


SUMENEP – Dua perguruan/organisasi pencak silat dengan identitas berbeda menunjukkan keakraban dalam satu forum. Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Sumenep Pusat Madiun, Kang Mas Abd Razak, hadir dalam Gathering Akbar IKS PI Kera Sakti se-Madura Raya yang digelar di Graha Wiyata MAN Sumenep, Sabtu (7/11/2026).
Kehadiran Abd Razak bersama Ketua PAMTER Sumenep menjadi salah satu momen menarik dalam kegiatan yang dirangkai dengan Sarasehan Budaya Pencak Silat tersebut. Di tengah ratusan anggota IKS PI Kera Sakti, perwakilan SH Terate turut membangun komunikasi dan mempererat hubungan antarperguruan.
Pertemuan itu juga mempertemukan Abd Razak dengan Ketua Umum IKS PI Kera Sakti, K.P. Drs. H. Bambang Sunarja, M.A. Keduanya menyempatkan diri berbincang dan mengabadikan kebersamaan melalui foto bersama.
Gathering Akbar IKS PI Kera Sakti se-Madura berlangsung mulai pukul 12.00 hingga 15.00 WIB. Selain menjadi ajang pertemuan anggota, kegiatan tersebut menghadirkan ruang dialog mengenai pelestarian budaya pencak silat dan pentingnya menjaga kerukunan antarpesilat.
Ketua SH Terate Sumenep Pusat Madiun Bertemu Ketum IKS PI Kera Sakti
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pengurus Pusat IKS PI Kera Sakti bersama Ketua Umum Bambang Sunarja.
Sejumlah unsur organisasi dan pemerintahan juga mengikuti acara, di antaranya pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Sumenep, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para ketua dan pengurus perguruan pencak silat di Kabupaten Sumenep.
Ratusan anggota IKS PI Kera Sakti dari berbagai wilayah Madura turut meramaikan pertemuan tersebut.
Di tengah rangkaian kegiatan, kehadiran pimpinan SH Terate Cabang Sumenep memperlihatkan adanya ruang komunikasi terbuka antara perguruan pencak silat yang memiliki sejarah, tradisi, dan struktur organisasi masing-masing.
Abd Razak tidak hanya mengikuti agenda sarasehan. Ia juga berinteraksi dengan sejumlah pimpinan perguruan yang hadir.
Salah satu momen kebersamaan terlihat ketika Abd Razak bersama beberapa perwakilan perguruan lainnya mendapat kesempatan mengikuti sesi solospel dalam rangkaian acara.
Interaksi tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan personal maupun kelembagaan antarpengurus perguruan pencak silat di Sumenep.
Abd Razak: Perbedaan Perguruan Bukan Penghalang Persaudaraan
Ketua SH Terate Cabang Sumenep Pusat Madiun Abd Razak menegaskan bahwa perbedaan organisasi tidak semestinya menghambat hubungan baik antarpesilat.
Menurutnya, setiap perguruan memiliki identitas dan tradisi yang perlu dihormati. Namun, seluruh insan pencak silat juga mempunyai tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlangsungan budaya bangsa.
“Persaudaraan harus tetap kita jalin meskipun kita berbeda organisasi. Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk mengembangkan dan melestarikan budaya Indonesia, khususnya budaya pencak silat yang menjadi bagian dari kekayaan budaya di Kabupaten Sumenep,” ungkapnya.
Pesan tersebut disampaikan di tengah pertemuan yang melibatkan berbagai unsur perguruan pencak silat.
Bagi Abd Razak, komunikasi antarpengurus menjadi salah satu langkah untuk menjaga hubungan harmonis, terutama ketika setiap organisasi memiliki jumlah anggota dan kegiatan pembinaan masing-masing.
Dorong Kerukunan dan Kondusivitas Sumenep
Selain memperkuat persaudaraan, Abd Razak berharap seluruh insan pencak silat ikut berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ia mengajak para pesilat membangun komunikasi yang baik, menghargai perbedaan, serta mengedepankan penyelesaian persoalan melalui pendekatan persaudaraan.
Harapan tersebut tidak hanya ditujukan kepada pengurus organisasi, tetapi juga kepada anggota perguruan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Menurutnya, pencak silat memiliki nilai pendidikan yang lebih luas daripada keterampilan bela diri.
Di dalamnya terdapat ajaran mengenai penghormatan terhadap sesama, kedisiplinan, tanggung jawab sosial, serta kemampuan mengendalikan diri.
Nilai-nilai itulah yang diharapkan tercermin dalam perilaku anggota perguruan, baik selama mengikuti kegiatan organisasi maupun ketika berada di lingkungan masyarakat.
Gathering Akbar IKS PI Kera Sakti Jadi Ruang Pelestarian Budaya
Selain mempertemukan para pesilat, Gathering Akbar IKS PI Kera Sakti se-Madura Raya juga dirangkai dengan Sarasehan Budaya Pencak Silat.
Agenda tersebut menempatkan pencak silat sebagai warisan budaya yang perlu terus diperkenalkan dan dilestarikan lintas generasi.
Kehadiran berbagai perguruan dalam satu kegiatan membuka kesempatan untuk memperluas komunikasi sekaligus membangun kesadaran mengenai tanggung jawab bersama dalam menjaga tradisi bela diri Nusantara.
Bagi SH Terate Cabang Sumenep, partisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan IKS PI Kera Sakti menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap hubungan baik antarorganisasi pencak silat.
Perkuat Komunikasi Lintas Perguruan
Momentum pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial dan dokumentasi bersama.
SH Terate Cabang Sumenep berharap hubungan yang telah terjalin dapat terus dipelihara melalui komunikasi dan interaksi positif antarpengurus maupun anggota perguruan.
Dengan demikian, perbedaan identitas organisasi tidak menjadi penghalang untuk membangun kerja sama dalam kegiatan sosial, pelestarian budaya, dan pemeliharaan kerukunan masyarakat.
Gathering Akbar IKS PI Kera Sakti se-Madura Raya menjadi salah satu kesempatan bagi para pesilat untuk memperlihatkan bahwa hubungan antarperguruan dapat dibangun melalui sikap saling menghormati.
Bagi SH Terate Sumenep, pesan yang dibawa dari pertemuan tersebut adalah pentingnya menjaga persaudaraan tanpa harus menghilangkan identitas masing-masing perguruan.
Sebab, di balik perbedaan nama dan lambang organisasi, terdapat tanggung jawab yang sama untuk merawat budaya pencak silat sekaligus menjaga Sumenep tetap aman dan kondusif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0