Sinergi TNI-Polri dan PSHT Lamongan, Warning Keras Soal Provokasi
1.500 warga PSHT Lamongan hadiri silaturahmi bersama TNI-Polri. Pesan tegas: lawan provokasi, jaga stabilitas, dan patuhi hukum.
LAMONGAN - Konsolidasi antara masyarakat dan aparat keamanan menguat di Lamongan.
Ribuan warga PSHT memadati Gedung Sasana Manggala Krida, Sukodadi, Kamis malam, 23 April 2026, dalam agenda silaturahmi yang sarat pesan hukum dan stabilitas.
Sekitar 1.500 peserta hadir dalam kegiatan yang berlangsung sejak pukul 20.25 WIB tersebut.
Forum ini tidak sekadar seremoni, melainkan penegasan sikap organisasi dalam menghadapi potensi gangguan keamanan, terutama dari provokasi di ruang digital.
TNI–Polri Turun, Sinergi Diperkuat
Kegiatan ini dihadiri unsur Polri dan TNI. Tampak Wakapolres Lamongan Kompol Jodi Indrawan, Kabag Ops Kompol Budi Santoso, serta Danramil Sukodadi Kapten Inf Sobar Atnanto.
Ketua PSHT Cabang Lamongan, kangmas Harto, S.Pd, M.M., memimpin langsung jalannya kegiatan.
Dalam kesempatan itu, organisasi juga memperkuat struktur internal melalui penyerahan surat keputusan kepada 18 ketua ranting dan komisariat.
Pesan Tegas: Lawan Provokasi
Ketua PSHT Cabang Lamongan menekankan pentingnya menjaga situasi kondusif di tengah masyarakat.
“Lamongan saat ini kondusif. Jangan dirusak oleh provokasi, terutama dari media sosial. Jika ada indikasi gangguan, segera laporkan kepada petugas,” tegas Ketua PSHT Cabang Lamongan, kangmas Harto, S.Pd, M.M dalam sambutannya.
Pesan tersebut menjadi garis utama arah organisasi untuk tetap berada dalam koridor hukum dan menjaga stabilitas daerah.
TNI Ingatkan Ancaman Non-Fisik
Dari unsur militer, Kapten Inf Sobar Atnanto menegaskan bahwa ancaman terhadap negara tidak selalu berbentuk fisik.
Ia mengingatkan bahwa disinformasi dan provokasi digital juga menjadi bagian dari ancaman yang harus diwaspadai bersama.
Setiap warga negara wajib ikut menjaga keutuhan bangsa. Jangan mudah terpancing. Stabilitas daerah adalah tanggung jawab bersama,” ucapnya lugas.
Polisi Tegaskan Penegakan Hukum
Wakapolres Lamongan Kompol Jodi Indrawan menekankan pentingnya kesadaran hukum masyarakat dalam menghadapi provokasi.
“Jika ada provokasi, jangan reaktif. Laporkan ke 110. Negara hadir untuk melindungi. Jangan sampai terjebak tindakan yang justru merugikan diri sendiri secara hukum,” tegasnya.
Sementara itu, Kabag Ops Kompol Budi Santoso memberikan penguatan materi hukum sebagai langkah preventif agar masyarakat tidak terjebak dalam tindakan melanggar hukum.
Komitmen Organisasi dan Peneguhan Sikap
Dari internal organisasi, LBH PSHT Cabang Lamongan melalui Kangmas Adi Pratama memaparkan perkembangan organisasi.
Penegasan disampaikan bahwa PSHT tetap berjalan sesuai jalur hukum dan tertib organisasi.
Acara kemudian ditutup dengan ikrar bersama serta menyanyikan himne SH Terate sebagai simbol soliditas.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan terkendali, mencerminkan kuatnya sinergi antara masyarakat dan aparat dalam menjaga stabilitas wilayah.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0