Menembus Benua, Persaudaraan Setia Hati Terate Makin Kokoh Usai Sahkan 9 Warga Baru di Tanah Mesir.

Bendera Merah Putih berkibar gagah berdampingan bendera Mesir, menjadi pengingat bahwa ke mana pun melangkah, warga SH Terate tak pernah melupakan tanah air.

Jul 13, 2026 - 21:48
 0
Menembus Benua, Persaudaraan Setia Hati Terate Makin Kokoh Usai Sahkan 9 Warga Baru di Tanah Mesir.
Kangmas Moh. Komarudin, S.Ag., M.Si. hadir membawa amanah Pengurus Pusat Madiun untuk memimpin pengesahan warga baru Tingkat I Tahun 1448 H / 2026 M Cabang Khusus Mesir
Menembus Benua, Persaudaraan Setia Hati Terate Makin Kokoh Usai Sahkan 9 Warga Baru di Tanah Mesir.
Menembus Benua, Persaudaraan Setia Hati Terate Makin Kokoh Usai Sahkan 9 Warga Baru di Tanah Mesir.


KAIRO – Meski terpisah jarak antara benua, namun tak mampu meredupkan api persaudaraan Persaudaraan Setia Hati Terate. Pada Minggu malam (12/7/2026) di bawah langit Kairo, Mesir, sembilan warga baru resmi menyatu dalam ikrar persaudaraan abadi.
 
Sebagian besar warga baru ini merupakan mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar, Kairo. Rangkaian upacara pengesahan yang penuh kekhusyukan ini dimulai pada hari Minggu malam, 12 Juli 2026, dan berakhir menjelang subuh waktu setempat pada Senin, 13 Juli 2026.

Bahkan, Kangmas Moh. Komarudin, S.Ag., M.Si. hadir membawa amanah Pengurus Pusat Madiun untuk memimpin pengesahan warga baru Tingkat I Tahun 1448 H / 2026 M Cabang Khusus Mesir ini.

“Alhamdulilah, saya berkesempatan mendapat tugas secara khusus dari pengurus pusat Madiun sebagai dewan pengesahan demi memastikan prosesi tradisi SH Terate berjalan sesuai ajaran.” Kata Kangmas Komarudin.

Beliau menekankan bahwa menjadi warga SH Terate bukanlah akhir dari sebuah pencarian, melainkan gerbang awal untuk mengimplementasikan ajaran kebaikan di tengah-tengah masyarakat luas.

“Saudara-saudara sekalian kini telah sah menjadi bagian dari keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate. Di pundak kalian kini melekat tanggung jawab moral yang besar. Sebagai insan yang terdidik.”

“Terlebih kalian berada di bumi para nabi untuk menuntut ilmu, tunjukkanlah bahwa warga SH Terate adalah manusia yang mampu menjadi teladan, memiliki budi pekerti yang luhur, paham mana yang benar dan mana yang salah, serta senantiasa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.” Pesan Kangmas Komarudin.


Suasana haru pun menyelimuti ruang upacara saat para calon warga , putra maupun putri  tampil dengan kerendahan hati dan kesiapan lahir batin untuk menerima ajaran luhur SH Terate.
 
Di tengah perantauan, mereka tetap memegang teguh falsafah organisasi: berbudi luhur, tahu benar dan salah, serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 

Bendera Merah Putih berkibar gagah berdampingan bendera Mesir, menjadi pengingat bahwa ke mana pun melangkah, warga SH Terate tak pernah melupakan tanah air.
 
"Jarak bukan penghalang persaudaraan. Jadilah pendekar yang bermanfaat, yang mengharumkan nama organisasi dan bangsa dengan akhlak mulia," pesan Kangmas Moh. Komarudin kepada warga baru.
 
Harapan senada disampaikan pengurus Cabang Mesir Kangmas Ashar, agar warga baru yang disahkan untuk selalu menjaga amanah besar, terus menjaga nama baik organisasi dan bangsa di tanah rantau

“Semoga sembilan pendekar baru ini menjadi penerus yang menjaga nama baik PSHT, sekaligus menjadi jembatan budaya antara Indonesia dan Mesir.” Ucap Kangmas Ashar.

Pada pengesahan kali ini, tercatat sebanyak 9 orang resmi dikukuhkan menjadi Warga Tingkat I PSHT. Komposisi warga baru tersebut terdiri dari 7 orang saudara putra dan 2 orang saudari putri. 

“Perlu diketahui bahwa, saat ini jumlah warga Cabang Khusus Mesir saat ini sudah mencapai ratusan orang.” Imbuhnya. 

Malam itu, di bumi Al-Azhar, satu ikrar terucap: Persaudaraan Setia Hati Terate tetap jaya, kekal abadi selamanya.

Falsafah mendalam yang berbunyi: "Mendidik manusia berbudi luhur, tahu benar dan salah, serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa" terpampang dengan megah di latar belakang ruang pengesahan, diapit oleh bendera kebangsaan Merah Putih Republik Indonesia dan bendera Negara Mesir. 

Hal ini menegaskan bahwa di mana pun bumi dipijak, warga SH Terate senantiasa menjunjung tinggi nasionalisme, menghormati hukum negara setempat, sekaligus mempertahankan jati diri budaya asli Nusantara di tanah rantau.

Kendati dilaksanakan jauh dari tanah air, suasana adat, tata cara, dan kesakralan prosesi pengesahan tetap terjaga sepenuhnya. Hal tersebut merefleksikan kepatuhan terhadap aturan ajaran SH Terate yang berpusat di Madiun.

Sesuai dengan tradisi yang berlaku, para calon warga putra tampak mengenakan pakaian kebesaran sakral dengan rambut dicukur rapi, menyimbolkan kesucian hati serta kesiapan lahir batin. Sementara itu, dua warga putri tampil anggun namun berwibawa dengan mengenakan hijab hitam.

Keberhasilan agenda internasional ini disambut dengan rasa haru dan bangga oleh jajaran pengurus setempat.  Apresiasi setinggi-tingginya juga diberikan kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya kepada Dewan Pengesah yang telah menempuh perjalanan jauh dari Indonesia.

“Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Kangmas Moh. Komarudin yang telah berkenan hadir dan mengesahkan saudara-saudara kami di Mesir.” Tegasnya.

Kehadiran beliau membuktikan bahwa jarak tidak menjadi penghalang bagi kokohnya tali persaudaraan di dalam SH Terate. Bagi warga baru yang disahkan, ini adalah amanah besar untuk terus menjaga nama baik organisasi dan bangsa di tanah rantau.

Senada dengan hal tersebut, ungkapan rasa syukur juga datang dari Kangmas Afif selaku Ketua Dewan Cabang Khusus Mesir.
 
“Menjadi warga SH Terate di bumi Al-Azhar, Mesir, berarti kita harus mampu menyelaraskan antara ketajaman intelektual, spiritual keagamaan, dan keluhuran budi pekerti sebagaimana ajaran pencak silat kita.” Pungkas Kangmas Afif.

Dirinya berharap agar seluruh sesepuh yaitu pengurus pusat, dewan pusat, dan jajaran Tingkat II/Wiro Anom yang berpusat di Madiun dapat terus membimbing adik-adik warga agar menjadi pendekar yang tidak hanya tangguh di gelanggang, tetapi juga menjadi intelektual yang bermanfaat bagi umat.

Beliau juga berpesan agar keberadaan Cabang Khusus Mesir dapat terus menjadi wadah perekat silaturahmi, pembentuk karakter pemuda yang bermental baja, serta menjadi duta budaya bangsa Indonesia melalui kelestarian warisan pencak silat di kancah internasional. 

Berakhirnya proses pengesahan tersebut menandai babak baru bagi sembilan warga baru dalam menapaki jalan persaudaraan yang kekal abadi selamanya (Selama matahari masih bersinar, selama bumi masih dihuni manusia, selama itu pula Persaudaraan Setia Hati Terate tetap jaya, kekal abadi selamanya

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0