Jaga Kekhusukan 1 Suro, Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate Kosongkan dan Gembok Padepokan Agung Madiun

Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate menggembok dan mengosongkan Padepokan Agung Jalan Merak Kota Madiun menjelang Malam 1 Suro 1447 H. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kekhusukan ibadah, keamanan, serta kondusivitas masyarakat selama peringatan Bulan Suro.

Jun 14, 2026 - 19:57
Jun 14, 2026 - 20:51
 0
Jaga Kekhusukan 1 Suro, Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate Kosongkan dan Gembok Padepokan Agung Madiun
Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate bersama aparat keamanan melakukan penggembokan dan pengosongan aktivitas di Padepokan Agung PSHT Jalan Merak No. 10, Kota Madiun, Kamis (11/6/2026), sebagai langkah menjaga kekhusukan, keamanan, dan ketertiban menjelang peringatan Malam 1 Suro 1447 Hijriah.
Jaga Kekhusukan 1 Suro, Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate Kosongkan dan Gembok Padepokan Agung Madiun

MADIUN – Dalam rangka menjaga kekhusukan dan kondusivitas peringatan Malam 1 Suro atau 1 Muharram 1447 Hijriah, Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate  melakukan penggembokan serta pengosongan seluruh aktivitas di Padepokan Agung PSHT yang berlokasi di Jalan Merak Nomor 10, Kota Madiun, Jawa Timur, Kamis (11/6/2026).

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab organisasi dalam menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan masyarakat selama momentum sakral Bulan Suro.

Ketua V Koordinator Departemen Komunikasi Digital dan Kehumasan Pengurus Pusat SH Terate, Kangmas Dwi Sudarsono, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kebijakan penggembokan dan pengosongan kegiatan di lingkungan padepokan bertujuan untuk menjaga suasana khusyuk menjelang peringatan Malam 1 Suro.

"Penggembokan dan pengosongan kegiatan di Padepokan Agung Persaudaraan Setia Hati Terate dilakukan untuk menjaga kekhusukan menjelang perayaan 1 Suro," ujar Kangmas Dwi Sudarsono.

Selain menjaga kekhusukan, kebijakan tersebut juga merupakan langkah preventif untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kota Madiun dan sekitarnya.

Menurut Kangmas Dwi, keputusan tersebut diambil setelah muncul informasi mengenai rencana kegiatan tirakatan yang akan dihadiri sekitar seribu orang di kawasan Padepokan Agung Persaudaraan Setia Hati Terate. Namun, kegiatan tersebut diketahui belum mendapatkan koordinasi maupun persetujuan dari Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate maupun Lembaga Pengamanan Terate (Pamter).

Sebelum pelaksanaan penggembokan, Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate telah melakukan koordinasi bersama Kepolisian Daerah Jawa Timur pada Rabu (10/6/2026). Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Wakapolres Madiun Kota dan menghasilkan kesepakatan untuk melakukan pengosongan aktivitas serta pengamanan kawasan Padepokan Agung Persaudaraan Setia Hati Terate hingga waktu yang akan ditentukan kemudian.

Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kota Madiun dalam menyambut datangnya Tahun Baru Islam dan Malam 1 Suro yang selama ini identik dengan suasana spiritual, reflektif, dan penuh ketenangan.

"Langkah penggembokan padepokan dilakukan untuk mencegah timbulnya ketidaknyamanan masyarakat Kota Madiun dalam merayakan momentum 1 Suro," tambah Kangmas Dwi.

Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai budi luhur, Persaudaraan Setia Hati Terate senantiasa mengajak seluruh warga untuk memaknai Bulan Suro sebagai momentum introspeksi diri, memperkuat spiritualitas, serta meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Menurut Kangmas Dwi Sudarsono, Bulan Suro merupakan waktu yang tepat untuk melakukan perenungan terhadap perjalanan hidup, memperbaiki diri, dan meninggalkan kesalahan masa lalu demi menyongsong kehidupan yang lebih baik pada tahun yang baru.

"Bulan Suro merupakan momentum untuk mengingat, bercermin, serta membersihkan diri dari kesalahan masa lalu agar siap menyambut tahun yang baru," pungkasnya.

Melalui langkah pengamanan dan pengosongan aktivitas di Padepokan Agung, Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate berharap seluruh rangkaian peringatan Malam 1 Suro dapat berlangsung dengan aman, tertib, damai, dan penuh makna bagi seluruh warga Persaudaraan Setia Hati Terate maupun masyarakat luas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0