SH Terate DKP Madiun Uji Coba Aplikasi UKT dan UKCW, Pelatih Ranting hingga Komisariat Dikumpulkan
SH Terate DKP Madiun menggelar latihan bersama dan uji coba aplikasi UKT serta UKCW. Simak persiapan pelatih dan pesan ketua organisasi.
MADIUN – Para pelatih Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) dari berbagai ranting dan komisariat di wilayah Daerah Khusus Pusat (DKP) Madiun berkumpul dalam satu forum. Mereka tidak hanya menyelaraskan materi pencak silat, tetapi juga menjajal aplikasi untuk pelaksanaan ujian kenaikan tingkat dan calon warga.
Kegiatan yang berlangsung Selasa malam (27/10/2026) tersebut menjadi bagian dari persiapan SH Terate DKP Madiun dalam meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus memperkuat pemahaman pelatih terhadap pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) dan Ujian Kenaikan Calon Warga (UKCW).
Tim Teknik DKP Madiun turut hadir mendampingi kegiatan yang melibatkan perwakilan pelatih dari ranting dan komisariat se-DKP Madiun tersebut.
Melalui latihan bersama dan praktik uji coba aplikasi UKT serta UKCW, para peserta memperoleh kesempatan untuk menyamakan pemahaman mengenai materi latihan dan mekanisme pelaksanaan ujian.
Uji Coba Aplikasi UKT dan UKCW Jadi Bagian Persiapan Pembinaan
Rangkaian kegiatan dimulai dengan penyampaian laporan ketua panitia. Setelah itu, Ketua SH Terate DKP Madiun, Kangmas Ir. Tono Suharyanto, memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Agenda berlanjut dengan sosialisasi pelaksanaan UKT yang menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan siswa SH Terate.
Selain memperoleh penjelasan mengenai pelaksanaan ujian, para pelatih mengikuti latihan bersama untuk menyelaraskan penguasaan materi pencak silat ajaran.
Materi yang dipraktikkan mencakup pelemasan, senam, dan jurus. Seluruh sesi diikuti para peserta dengan antusias dan semangat kebersamaan.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pelatih untuk memperkuat koordinasi, terutama dalam memastikan materi yang diberikan kepada siswa tetap selaras di berbagai ranting dan komisariat.
Uji coba aplikasi UKT dan UKCW juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan pelatih menghadapi pelaksanaan ujian kenaikan tingkat maupun ujian kenaikan calon warga.
Ketua SH Terate DKP Madiun Tekankan Kualitas Pelatih
Dalam arahannya, Tono Suharyanto menempatkan peningkatan kualitas pelatih sebagai salah satu perhatian utama organisasi.
Menurutnya, pencak silat ajaran merupakan fondasi penting dalam proses pendidikan dan pembinaan siswa SH Terate. Karena itu, pelatih tidak cukup hanya menguasai teknik bela diri, tetapi juga harus mampu menyampaikan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran organisasi.
Ia menekankan bahwa proses latihan memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar membentuk kemampuan fisik dan keterampilan pencak silat.
“Para pelatih diharapkan mampu mendidik siswa agar menjadi manusia berbudi luhur, tahu benar dan salah, serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ungkapnya.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan tanggung jawab pelatih dalam membimbing siswa, baik melalui penguasaan materi maupun keteladanan sikap selama proses pembinaan.
Ingatkan Sejarah dan Tanggung Jawab Generasi Penerus
Tono juga mengajak para peserta mengingat kembali perjalanan panjang SH Terate sejak berdiri pada 1922.
Dalam pemaparannya, ia menyinggung fase awal perkembangan organisasi yang berfokus pada latihan pencak silat sebelum berkembang menjadi wadah pembinaan dengan perhatian terhadap pembentukan karakter dan kepribadian anggota.
Seiring perkembangan zaman, menurutnya, generasi penerus tidak cukup hanya mempertahankan ajaran yang telah diwariskan. Mereka juga perlu meningkatkan kualitas pembinaan agar mampu menjawab kebutuhan organisasi.
“Tugas kita sebagai generasi penerus tidak hanya melestarikan, tetapi juga harus mampu mengembangkan,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu dasar pentingnya peningkatan kemampuan pelatih serta penyelarasan materi pencak silat ajaran.
Madiun Jadi Pusat Penguatan Materi Pencak Silat Ajaran
Sebagai daerah yang menjadi pusat SH Terate, Madiun memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan ajaran dan nilai-nilai persaudaraan.
Tono menegaskan bahwa tanggung jawab tersebut perlu diwujudkan melalui pembinaan yang berkelanjutan, termasuk peningkatan kompetensi pelatih di tingkat ranting dan komisariat.
Kesamaan pemahaman mengenai materi latihan menjadi perhatian karena pelatih berhadapan langsung dengan siswa dalam proses pendidikan pencak silat.
Melalui forum bersama, para pelatih diharapkan dapat memperkuat komunikasi sekaligus meningkatkan kesiapan dalam menjalankan tugas pembinaan.
Perkuat Koordinasi Menjelang Pelaksanaan Ujian
Pelaksanaan latihan bersama dan uji coba aplikasi UKT serta UKCW menjadi salah satu langkah SH Terate DKP Madiun untuk memadukan kesiapan materi latihan dengan pemahaman terhadap mekanisme ujian.
Kegiatan tersebut juga membuka kesempatan bagi perwakilan pelatih untuk memperoleh penjelasan langsung dan membangun koordinasi dengan Tim Teknik DKP Madiun.
Dengan pemahaman yang lebih selaras, pelaksanaan ujian kenaikan tingkat dan kenaikan calon warga diharapkan dapat berlangsung lebih tertib serta mendukung kualitas pembinaan siswa.
Bagi SH Terate DKP Madiun, penguatan kemampuan pelatih menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pendidikan pencak silat ajaran.
Sebab, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari kemampuan siswa menguasai senam dan jurus, tetapi juga dari pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap persaudaraan.
Melalui kegiatan tersebut, SH Terate DKP Madiun berupaya memastikan perkembangan metode pembinaan tetap berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai luhur yang menjadi dasar pendidikan organisasi.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0