Gumi Selaparang Berzikir: Warga PSHT NTB Bersatu dalam Doa dan Persaudaraan
Ratusan warga PSHT hadiri Gumi Selaparang Berzikir perdana di Lombok Timur, dirangkai HUT Cabang ke-28.
LOMBOK TIMUR - Ratusan warga Persaudaraan Setia Hati Terate memadati acara Gumi Selaparang Berzikir (GSB) yang digelar di Padepokan Gumi Selaparang Cabang Lombok Timur, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Minggu (31/12/2025).
Kegiatan perdana ini berlangsung khidmat dan dipadukan dengan lantunan musik hadrah.
Tak hanya warga SH Terate Lombok Timur, peserta juga datang dari berbagai cabang PSHT se-Pulau Lombok.
Unsur pemerintah daerah serta perwakilan Kodim 1815 Lombok Timur turut hadir, menegaskan dukungan terhadap kegiatan religius dan kebudayaan tersebut.
Dirangkai HUT ke-28 SH Terate Lombok Timur
Pelaksanaan GSB sekaligus dirangkai dengan haul berdirinya PSHT Cabang Lombok Timur yang ke-28.
Ketua Cabang PSHT Lombok Timur, Kangmas Zainal Abidin, menyebut kegiatan ini direncanakan menjadi agenda rutin tahunan.
“Pengurus Cabang PSHT Lombok Timur berencana akan menyelenggarakan GSB setiap tahun,” kata Zainal Abidin.
Dalam sambutannya, Zainal menegaskan bahwa GSB dilaksanakan sebagai ikhtiar doa bersama demi keselamatan seluruh warga PSHT, baik di dunia maupun akhirat.
“GSB dilaksanakan mendoakan segenap warga PSHT agar mendapat keselamatan fiddunya wal akhirah. Apabila kita mendapat keselamatan, insya Allah perjalanan hidup kita terhindar dari malapetaka dan marabahaya,” ujarnya.
Zikir dan Doa untuk Membentuk Insan Berbudi Luhur
Menurut Kangmas Zainal, GSB diisi dengan zikir dan doa kepada Allah subhanahu wata’ala agar warga PSHT senantiasa menjadi insan berbudi luhur, tahu benar dan salah, serta bertakwa kepada Allah.
Acara tersebut juga dihadiri Ketua KONI Lombok Timur dan IPSI Lombok Timur, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah ketua perguruan silat di Lombok Timur.
Pesan Religi dan Sejarah Selaparang
Ketua Perwapus PSHT NTB, Kangmas Dwi Sudarsono, menilai Gumi Selaparang Berzikir selaras dengan ajaran PSHT yang menekankan ketauhidan.
“Setiap insan Setia Hati Terate harus senantiasa meyakini secara hakiki keberadaan sang causa prima, Allah subhanahu wata’ala,” kata Kangmas Dwi Sudarsono.
Ia menyebut GSB sebagai salah satu pengejawantahan pengakuan hakiki terhadap Sang Pencipta.
“Salah satu pengejawantahan pengakuan hakiki sang causa prima adalah acara Gumi Selaparang Berzikir,” ujarnya.
Dwi menjelaskan, Gumi Selaparang identik dengan tanah Lombok Timur yang memiliki nilai sejarah penting bagi masyarakat Sasak. Selaparang dikenal sebagai salah satu kerajaan Islam tertua di Pulau Lombok.
“GSB membawa pesan religi untuk mewujudkan persaudaraan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi masyarakat Lombok Timur pada khususnya,” pungkasnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0