Peringati 104 Tahun, Persaudaraan Setia Hati Terate Gelar Doa dan Selamatan Bersama Warga  

Persaudaraan Setia Hati Terate memperingati hari lahir ke-104 dengan doa bersama, selamatan, dan bakti sosial. Mengusung tema “Sinergi Budaya dan Religi di Kota Pendekar”, kegiatan menjadi momentum memperkuat persaudaraan, solidaritas, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sep 2, 2026 - 23:27
Sep 2, 2026 - 23:32
 0
Peringati 104 Tahun, Persaudaraan Setia Hati Terate Gelar Doa dan Selamatan Bersama Warga  
Ketua Dewan Dan ketua Umum Persaudaraan Setia Ht Terate adakan Acara
Peringati 104 Tahun, Persaudaraan Setia Hati Terate Gelar Doa dan Selamatan Bersama Warga  
Peringati 104 Tahun, Persaudaraan Setia Hati Terate Gelar Doa dan Selamatan Bersama Warga  
Peringati 104 Tahun, Persaudaraan Setia Hati Terate Gelar Doa dan Selamatan Bersama Warga  

MADIUN – Dalam rangka memperingati hari lahir ke-104 Persaudaraan Setia Hati Terate, malam sakral, doa bersama, dan selamatan digelar di halaman Graha Krida Budaya, Jalan Merak No. 17, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, pada Rabu (2/9/2026) pukul 19.22 WIB.
 
Acara doa bersama yang dipimpin oleh Ketua III Kordep Kurikulum dan Ke - SH - an / kerohanian Prof Dr.Rr. K.H. Sutoyo. M.Ag. ini dihadiri oleh Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate,  Kangmas Drs. H. R. Moerddjoko, H.W. Ketua Dewan Pusat Kangmas H. Issoebijantoro, S.H. pengurus pusat ,anggota Pamter, serta ratusan warga dari lingkungan sekitar Padepokan Agung.
 
Dalam sambutannya, Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate, Kangmas Drs. H. Moerdjoko H.W. menjelaskan bahwa 2 September ditetapkan sebagai hari lahir Persaudaraan Setia Hati Terate  pada 2 September 1922 di Desa Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.
 
“Malam sakral ini kita gelar doa bersama untuk mendoakan para leluhur dan pendiri Persaudaraan Setia Hati Terate,  , sekaligus melaksanakan bakti sosial bagi warga di lingkungan padepokan,” ujar Kangmas Drs. H. Moerdjoko H.W
 
Ia berharap kegiatan ini dapat mempererat kepedulian dan solidaritas antarwarga, mengingat masyarakat sekitar turut menjaga aset padepokan secara langsung maupun tidak langsung.
 
Tema peringatan ke-104 tahun ini adalah “Sinergi Budaya dan Religi di Kota Pendekar”. Tema tersebut mengandung makna bahwa PSHT harus bersinergi dengan pemerintah setempat dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat (Kamtibmas), kebudayaan, dan kehidupan beragama.
 
“Kami dan PLT Walikota Mas Bagus berharap agar seluruh perguruan pencak silat yang ada di Kota Madiun dapat mewujudkan Madiun sebagai destinasi wisata religi dan wisata budaya,” tambahnya.
 
Sementara itu, Ketua Dewan Pusat PSHT Kangmas Issoebijantoro mengajak keluarga besar PSHT untuk terus meningkatkan solidaritas dan menjaga nilai-nilai jati diri organisasi dalam rangka berbakti kepada bangsa dan negara.
 
“Mari kita rayakan usia ke-104 PSHT dengan tetap menjunjung tinggi nilai luhur ajaran organisasi, menjaga akhlak dan budi pekerti, serta senantiasa guyub rukun dalam menjalankan ajaran organisasi,” tegas Kangmas H. Issoebijantoro, S.H.
 
Peringatan ini dimaknai secara simbolis melalui penyajian tumpeng berukuran 104 sentimeter tinggi dan 104 sentimeter lebar. Selain itu, sebanyak 200 bingkisan dibagikan kepada warga sekitar sebagai wujud bakti sosial dan tali asih.
 
Humas SH Terate Pusat

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0