Di Usia 104 Tahun, PSHT Teguhkan Ajaran Budi Luhur & Serukan Jaga Keamanan Madiun

Memasuki usia ke-104 tahun, Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun kembali meneguhkan komitmen pada ajaran budi luhur, persaudaraan, dan kebinekaan. 

Sep 6, 2026 - 02:28
 0
Di Usia 104 Tahun, PSHT Teguhkan Ajaran Budi Luhur & Serukan Jaga Keamanan Madiun

MADIUN — Memasuki usia ke-104 tahun, Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun kembali meneguhkan komitmen pada ajaran budi luhur, persaudaraan, dan kebinekaan. 

Pesan itu disampaikan dalam pengajian akbar keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate bertema Sinergi Budaya dan Religi, yang sekaligus memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, 104 tahun Persaudaraan Setia Hati Terate, serta Maulid Nabi Muhammad SAW, di halaman gedung Graha Krida Budaya, Padepokan Pusat Madiun,jalan Merak No 17 Kelurahan Nambangan Kidul Kecamatan Manguharjo Kota Madiun ,Sabtu (5/9/2026) pukul 20.00 WIB.
 
Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate, Drs. H. R. Moerdjoko H.W. terus mengingatkan kepada seluruh warga SH Terate untuk selalu memegang teguh wasiat pendiri, terutama menjaga NKRI dan berpegang pada empat pilar kebangsaan, yakni  Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

 "Jangan sampai ada warga SH Terate yang bermusuhan atau berbuat tidak baik. Itu bukan jiwa organisasi," tegasnya.
 
Kangmas Moerdjoko juga mengajak seluruh warga berperan aktif  dalam menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya mewujudkan Madiun sebagai Kota Pendekar yang kondusif, aman, dan damai.
 
Dikesempatan yang sama, Ketua Dewan Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate Kangmas  H. Issoebiantoro, S.H. menambahkan bahwa keberagaman adalah kekuatan utama organisasi. 

Perbedaan suku, agama, dan latar belakang tidak menjadi sekat, justru membuat Persaudaraan Setia Hati Terate  diterima di berbagai kalangan hingga mancanegara. 

"Kita tidak membeda-bedakan. Apa pun ajarannya, SH Terate ada di sana," ujarnya.
 
Perlu diketahui pengajian akbar ini di isi oleh 3 Narasumber, yakni Irjen Pol (Purn.) Muhamad Nurwahid, Staf Khusus Menko PMK Bidang Penegakan Keadilan dan Rekonsiliasi,, kemudian Mubaligh asal Tulungagung Muhammad Da’i Robbi, dan  salah satu Pendeta Nasrani dari Gereja di kota Madiun.

“Jadi pengajian ini ada tiga narasumber dengan latar belakang dan agama berbeda, dikandung maksut warga SH Terate diikuti oleh beragam suku, budaya dan agama.” Pungkasnya. 

Selain pengajian akbar, acara  malam ini juga dimeriahkan pertunjukan pencak silat bertema kebinekaan serta kesenian jaranan Senterewe dari Tulungagung, sebagai wujud sinergi budaya dan religi.

HUMAS SH TERATE

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0