Sarasehan SH Terate Banten Jadi Ajang Konsolidasi, Tekankan Nilai Persaudaraan
SH Terate Perwapus Banten gelar sarasehan di Tangerang. Fokus pada persaudaraan, komunikasi internal, dan penguatan nilai organisasi.
TANGERANG - Penguatan soliditas internal kembali ditegaskan PSHT melalui sarasehan yang digelar Pengurus Perwakilan Pusat (Perwapus) Banten di Tangerang, Jumat (24/4/2026).
Agenda ini tidak sekadar forum pertemuan, melainkan ruang konsolidasi sekaligus penguatan nilai persaudaraan yang menjadi fondasi utama organisasi.
Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pengurus cabang hingga dewan penasehat pusat.
Dimulai dengan Nuansa Nasionalisme
Rangkaian acara dibuka dengan prosesi resmi yang diwarnai semangat nasionalisme melalui lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Selanjutnya, seluruh peserta menyanyikan Mars SH Terate sebagai simbol identitas dan kebanggaan terhadap organisasi.
Momentum ini menjadi penegasan bahwa nilai kebangsaan dan persaudaraan tetap menjadi pijakan utama dalam setiap aktivitas organisasi.
Peran PSHT dalam Menjaga Nilai Luhur
Sambutan pertama disampaikan H. Misnan selaku Ketua III IPSI Banten.
Ia menegaskan bahwa pencak silat tidak hanya soal kemampuan fisik, tetapi juga pembentukan karakter.
“Pencak silat bukan hanya soal kemampuan fisik, tetapi juga tentang budi pekerti, kedisiplinan, dan persaudaraan. PSHT selama ini telah menjadi bagian penting dalam menjaga nilai-nilai tersebut di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sarasehan Jadi Ruang Sambung Rasa
Ketua Perwapus Banten, Anang Tjuswandi, menekankan bahwa kegiatan ini menjadi ruang komunikasi terbuka antarwarga.
“Sarasehan ini bukan sekadar pertemuan formal, tetapi menjadi ajang sambung rasa. Kita ingin seluruh warga PSHT di Banten semakin solid, saling menguatkan, dan tetap menjaga marwah persaudaraan,” tuturnya.
Menurutnya, kekuatan organisasi terletak pada bagaimana nilai persaudaraan terus dirawat dalam setiap kegiatan.
Pesan Strategis dari Dewan Penasehat
Kehadiran Ahmad Nurwahid, Wakil Ketua Dewan Penasehat Pusat PSHT, menambah bobot sarasehan.
Dalam arahannya, ia mengingatkan pentingnya kedewasaan berorganisasi serta komitmen terhadap ajaran luhur.
“Warga PSHT harus mampu menjadi teladan di lingkungannya. Nilai persaudaraan, kesetiaan, dan keluhuran budi harus tercermin dalam sikap sehari-hari,” pesannya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga forum dialog sebagai sarana memperkuat hubungan emosional dan organisatoris.
Dialog Terbuka dan Penguatan Internal
Memasuki agenda inti, sarasehan difokuskan pada sesi diskusi terbuka. Peserta diberi ruang untuk menyampaikan gagasan, masukan, hingga evaluasi demi kemajuan organisasi.
Sesi “sambung rasa” ini menjadi titik penting dalam membangun komunikasi yang lebih egaliter dan konstruktif di internal PSHT.
Ditutup Doa dan Kebersamaan
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur, dilanjutkan dengan lantunan Hymne SH Terate yang memperkuat nuansa sakral.
Suasana kemudian berlanjut ke sesi ramah tamah, mempertemukan seluruh tokoh dan anggota dalam kehangatan persaudaraan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0