Halal Bihalal PSHT di Hong Kong Pererat Silaturahmi Lintas Perguruan

Kegiatan Halal Bihalal yang digelar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting N.T Yuenlong berlangsung khidmat dan penuh kehangatan

Apr 21, 2026 - 20:54
Apr 21, 2026 - 20:56
 0
Halal Bihalal PSHT di Hong Kong Pererat Silaturahmi Lintas Perguruan
Pemotongan Tumpeng oleh Ketua Ranting Kangmas Yatemo dan Diserahkan Pada ketua cabang SH Terate Cabang Hongkong kangmas Kamdi

Hong Kong — Kegiatan Halal Bihalal yang digelar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting N.T Yuenlong berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, Minggu (16/4/2026). Acara ini menjadi ajang silaturahmi bagi komunitas pencak silat Indonesia di perantauan.

Bertempat di kawasan terbuka bernuansa pedesaan di Kam Sheung Road, Yuenlong Shuen, yang dikenal sebagai Tegal Tundo Farm, kegiatan dihadiri pengurus dan anggota PSHT, serta sejumlah perguruan lain seperti Pagar Nusa, Ikatan Kera Sakti Putra Indonesia, dan Tunas Muda Winongo Madiun.

Momentum pasca-Idul Fitri dimanfaatkan sebagai sarana mempererat hubungan antarsesama warga negara Indonesia, khususnya pekerja migran di Hong Kong.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Ketua Cabang Khusus PSHT Hong Kong dan Ketua Ranting Yuenlong. Prosesi pemotongan tumpeng menjadi bagian utama kegiatan, sebagai simbol rasa syukur sekaligus kebersamaan.

Ketua Ranting PSHT N.T Yuenlong, Yatemo, mengatakan bahwa tumpeng memiliki makna filosofis dalam menjaga persaudaraan.

“Tumpeng ini melambangkan rasa syukur dan kebersamaan. Melalui momentum ini, kita saling memaafkan dan mempererat hubungan,” ujarnya.

Ketua Cabang Khusus PSHT Hong Kong, Kamdi, menambahkan bahwa kegiatan tersebut memiliki arti penting bagi para perantau.

“Di tanah rantau, kebersamaan menjadi hal yang sangat berarti. Halal bihalal ini memperkuat solidaritas di antara sesama pekerja migran Indonesia,” kata dia.

Selain sambutan, acara juga diisi dengan tausiah oleh perwakilan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Hong Kong yang memberikan pesan-pesan keagamaan.

Kegiatan semakin semarak dengan penampilan seni dari anggota muda PSHT serta atraksi dari para pelatih. Perwakilan masing-masing perguruan juga menampilkan gerakan dasar pencak silat dalam satu panggung sebagai simbol kerukunan.

Salah satu peserta dari Pagar Nusa menilai kegiatan tersebut mencerminkan semangat persatuan di perantauan.

“Di sini kami tidak melihat perbedaan organisasi. Yang ada adalah kebersamaan sebagai sesama warga Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama. Suasana kekeluargaan yang tercipta menunjukkan bahwa nilai persaudaraan dan budaya gotong royong tetap terjaga, meski berada jauh dari tanah air. (Departemen Humas Pusat dan Afat

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0